Yahya Staquf: Jangan Ngemis Kuota Haji Ke Saudi Info Makkah Kaatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf mengkritik langkah pemerintah Indonesia yang memohon menambahkan kuota haji pada pemerintah Arab Saudi. Menurut Yahya, keselamatan beribadah haji lebih utama di banding jumlah jemaah yang melaksanakan ibadah haji. " Tidak usah minta nambah kuota, paling cuma nambah volume penyelenggaraannya saja. Tambah lebih utama menanggung keselamatan jemaah, " kata Yahya dalam satu diskusi di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2015). Yahya menerangkan, beribadah haji jadi harus untuk umat Islam waktu sudah terasa dapat serta terjamin keselamatannya. Jaminan keselamatan itu tidak cuma fisik, namun juga meliputi pada kecukupan ekonomi. Bekas juru bicara Presiden Gus Dur ini mengritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bertandang ke Arab Saudi untuk memohon kuota penambahan jemaah haji. Seharusnya Jokowi berani memotong kuota haji untuk dikerjakan pembenahan.
" Tidak usah minta-minta nambah kuota jemaah haji, untuk apa? Tambah lebih utama itu presiden menanggung keselamatan jemaah haji, saat ini pergi haji itu penuh kemungkinan tak ada yang menanggung, " kritik Yahya. Yahya mengemukakan kritik ini terkait dengan tragedi yang menerpa jemaah haji di Mina. Seribuan orang dari beragam negara tewas dalam musibah itu. Mengenai WNI sebagai korban tewas telah meraih 91 orang. Pemerintah Saudi sudah penuhi keinginan Presiden Joko Widodo tentang penambahan kuota 20. 000 jamaah haji Indonesia untuk musim haji 2016. Th. ini, kuota haji Indonesia sekitaran 160. 000 jamaah. Yahya mengusulkan, baiknya dikerjakan pelajari berkaitan kuota jemaah haji terutama oleh pemerintah Saudi. Ia mendorong supaya jumlah kuota jemaah haji dipangkas hingga pemerintah Saudi menanggung keselamatan beberapa jemaah. " Tak perlu rebutan. Bila tidak bisa kuota, ya antre. Janganlah ngoyo, bila keduluan (wafat dunia), ya telah, itu tidak dosa, " katanya. Yahya mengungkap, dianya menyayangkan bila keinginan menambahkan kuota haji dipenuhi oleh pemerintah Saudi lantaran argumen ekonomi. Untuk Yahya, beribadah haji tidak bisa digabungadukkan dengan potensi sumber pemasukan untuk Arab Saudi. " Beribadah haji tak jadikan sebagai sumber ekonomi. Kita tuntut Saudi untuk hapus interest ekonomi dalam penyelenggaraan beribadah haji, " pungkas Yahya.
