Warga sempat larang salatkan jenazah Ufie sebab pendukung Ahok


Jenazah Ufie Supiati binti Muhammad Undu (73) sempat tidak akan disalatkan karena berbeda pandangan politik dengan keluarga. Ufie, menurut tetangga, punya keponakan seorang ketua ranting dari partai PDIP. Beberapa tetangga sempat tidak mengizinkan jenazah ibu Ufie untuk disalatkan. 

Halimah Ramli (68), salah seorang tetangga, mengatakan ketika Ibu Ufie meninggal tetangga sempat mengatakan untuk meminta tolong saja ke Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang merupakan calon gubernur DKI nomor urut dua. Halimah menambahkan, terkadang di antara tetangga terjadi masalah karena berbeda pilihan. 

"Kalau mendukung Ahok tidak boleh disalatkan, nyari permusuhan aja. Kemarin sempat ada dari tetangga yang meminta untuk minta tolong saja ke Ahok, karena berbeda pandangan politik. Dia (Almarhumah Ufie) punya keponakan ketua ranting PDIP," papar Halimah saat diwawancara merdeka.com Minggu, (26/3).

Warga sempat larang salatkan jenazah Ufie sebab pendukung Ahok


Halimah menyayangkan kejadian yang menimpa Ufie karena memiliki pandangan politik yang berbeda. Ufie meninggal di rumahnya, Petojo Sabangan, Jakarta Pusat, karena sakit stroke Sabtu siang, (25/3). Beberapa anggota partai dari PDIP dan Nasdem menyambangi rumah almarhumah Ufie. 

"Masalah ikut partai aja kadang jadi masalah karena nggak pro dia," imbuh Halimah. 

Dewan Kemakmuran Masjid Asy-Syarif (masjid setempat) Nuryanto membantah kabar yang mengatakan jenazah mendiang tidak akan disalatkan. Nuryanto mengatakan kejadian ini hanya kesalahpahaman saja. Keluarga, imbuh Nuryanto, tidak melakukan koordinasi.

"Kita ini sifatnya menerima dan menunggu, saat meninggal sudah kita dampingi, alat-alat untuk menyelenggarakan mayat kita pinjamkan. Menyalatkan itu terserah pihak keluarga, kalau diminta kami siap, kalau tidak, kami tak bisa memaksa, siapa tahu pihak keluarga mau menyalatkan di tempat lain," ungkapnya Minggu, (26/3). 

Jenazah Ufie akhirnya disalatkan di Masjid Asy-Syarif yang lokasinya berdekatan dengan rumah korban Minggu, (26/03) pagi. 

Nuryanto mengatakan, pihak keluarga baru saja meminta untuk mensalatkan jenazah. Jenazah Ufie Supiati kini sudah selesai disalati dan akan dimakamkan di pemakaman Karet Bivak hari ini Minggu, (26/03). 

"Saya sudah panggilkan ustaz untuk imamnya, tapi itu mereka gak jelas kan koordinasinya," tandas Nuryanto. [pan]Merdeka.com

Agung: Saya undang Ahok agar lebih dekat dengan warga Jakarta Timur

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar menggelar acara syukuran memperingati hari ulang tahunnya ke-68 di kediamannya, Jalan Cipinang Cempedak 2 Nomor 23, Polonia, Jakarta Timur. Dalam acara ini, Agung mengundang calon gubernur petahana Basuki T Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Selain itu Agung juga mengundang majelis tak'lim yang ada di Jakarta Timur serta anak-anak yatim piatu. 

Agung: Saya undang Ahok agar lebih dekat dengan warga Jakarta Timur


Agung mengatakan, alasannya mengundang Ahok agar bisa menyampaikan program-programnya kepada warga Jakarta Timur. Sebab, kawasan Jakarta Timur menjadi salah satu titik kekalahan Ahok- Djarot saat putaran pertama Pilgub DKI Jakarta.

"Di Jakarta Timur kok kalah, Selatan juga begitu. Saya kira perlu ada kedekatan, ternyata apa yang disampaikan tadi programnya Pak Ahok ini sangat Islami, pro kepada Islam," kata Agung di lokasi, Minggu (26/3). 

Untuk itu, Agung berharap acara ini bisa lebih mendekatkan Ahok dengan warga Jakarta Timur. Dia mengklaim, Ahok-Djarot adalah calon pemimpin yang fokus memperhatikan kerukunan umat beragama di Ibu kota. 

"Karena itu saya mengundang supaya lebih dekat dengan warga Jakarta Timur, sesungguhnya tidak seperti apa yang digembargemborkan selama ini. Dia konsen pada kerukunan umat beragama, konsen kepada warga Jakarta Timur Jakarta Selatan," klaimnya. 

Sebagai pimpinan Kosgoro, Agung memastikan akan menurunkan anggotanya untuk membantu pemenangan Ahok-Djarot di putaran kedua. 

"Oh sejak putaran pertama sudah, kan terdiri dari berbagai unsur, dari golkar, dari berbagai elemen, termasuk kami. Dan saya minta kepada seluruh warga Kosgoro supaya betul-betul menyukseskan pemenangan pasangan nomor urut dua, dan jangan ada dusta di antara kita, karena ini menyelamatkan Jakarta untuk lebih baik lagi," pungkas Agung. [lia]
[pan] Merdeka.com - 

Ahok ketawa saat dengar Anies bilang DKI belum open governance

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama hanya tertawa saat dikonfirmasi atas pernyataan Anies Baswedan. Pesaingnya itu menilai Pemprov DKI Jakarta belum menerapkan keterbukaan informasi pemerintahan atau open governance.


Ahok ketawa saat dengar Anies bilang DKI belum open governance

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, pihaknya telah menerapkan sistem open governance sejak memimpin Pemprov DKI Jakarta. Sehingga dia bingung jika sistemnya tersebut masih belum diakui oleh pasangan Sandiaga Salahuddin Uno itu.

"Kalau yang kami lakukan bukan open governance, aku nggak tahu lagi open governance kaya gimana?" katanya sambil tertawa di Kalijodo, Jakarta Utara, Minggu (26/3).

Sebelumnya, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat hanya bisa menggelengkan kepalanya saat dikonfirmasi pernyataan pesaingnya, Anies Baswedan. Karena, Anies menuding Pemprov DKI Jakarta sampai saat ini belum pemerintahan terbuka.

Djarot mengatakan, sistem open governance telah diterapkan dirinya bersama dengan pendampingnya Basuki Tjahaja Purnama saat memimpin Pemprov DKI Jakarta. Sehingga, dia menduga, Anies belum mengetahui kemajuan di ibukota.

"Itu sudah dari dulu. Kita sudah open banget, bahkan open data kita supaya bisa diketahui. Mungkin Pak Anies baru tahu," katanya di Yayasan Pondok Pesantren Alwathoniyah, Klender, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (26/3).

Mantan Wali Kota Blitar ini mengungkapkan, segala sesuatu yang sekarang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta telah terkomputerisasi. Bahkan, dia sempat berkelakar untuk mengundang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu untuk mengunjungi Balai Kota DKI Jakarta.

"Makanya sekali waktu mungkin Pak Anies perlu lah diundang ke Balai Kota agar bisa lihat Jakarta Smart City, bagaimana proses e-budgeting kita, e-planing kita, e-musrenbang kita," terangnya.

Djarot mengatakan, saat ini masyarakat ibukota sudah dapat melakukan pemantauan terhadap kinerja Pemprov DKI Jakarta. " Itu bisa diketahui semua orang tahu dengan menggunakan teknologi informasi dan aplikasi," tutupnya.

Sebelumnya, Cagub DKI nomor urut tiga Anies Baswedan, mengungkapkan keinginannya agar sistem open governance bisa diterapkan di DKI Jakarta. Dia mengkritik saat ini masyarakat belum dilibatkan dalam pembangunan.

"Pertanyaan tadi kenapa di Jakarta belum (diterapkan open governance), saya rasa soal kemauan (Pemprov DKI). Kalau infrastrukturnya sudah ada. Di tempat lain sudah pakai," ujar Anies di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat (23/3).

Anies berharap dengan open governance, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta hingga ke tingkat kelurahan akan diketahui warga. Dia berjanji akan mempermudah akses agar warga dapat mengawasi kinerja Pemprov DKI. [ian]


[pan] Merdeka.com - 

Hakim di Italia bebaskan pemerkosa sebab korbannya tidak berteriak

- Seorang hakim di Kota Turin, Italia, menuai kecaman setelah dia membebaskan pria pemerkosa karena korbannya tidak berteriak ketika peristiwa itu terjadi.

Hakim di Italia bebaskan pemerkosa sebab korbannya tidak berteriak


Laman KTLA melaporkan, Jumat (24/3), pria 46 tahun itu tidak dinyatakan bersalah usai sang hakim mempertanyakan mengapa perempuan korban pemerkosaan di ranjang rumah sakit itu tidak berteriak meminta pertolongan.

Dalam pengadilan diketahui, korban sempat mengatakan 'cukup!" kepada pelaku yang juga rekan kerjanya. Namun hakim menilai ucapan korban terlalu lunak.

Pengacara korban mengatakan kliennya tidak berusaha berteriak karena dia terlalu kesakitan ketika diperkosa.

Keputusan hakim sontak menuai kritik keras dari para pembela hak asasi perempuan di Italia.

Menteri Kehakiman Andrea Orlando sudah memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki kasus ini.

Anggota parlemen dari partai oposisi Annagrazia Calabria mengecam keputusan hakim itu.

"Tentu saja, Anda tidak bisa menyalahkan reaksi si perempuan yang sedang ketakutan atas apa yang terjadi padanya," kata dia.

[pan] Merdeka.com - 

Cerita Djan ajak Romi hingga blusukan temui warga demi Ahok-Djarot

DPW PPP hasil muktamar Pondok Gede atau kubu Rommahurmuziy (Romi) disebut-sebut bakal mengalihkan dukungan politik untuk pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki T Purnama ( Ahok) - Djarot Saiful Hidayat. Bahkan, hari ini (26/3) DPC PPP Jakut sudah mendeklarasikan dukungan ke Ahok-Djarot di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta.

Cerita Djan ajak Romi hingga blusukan temui warga demi Ahok-Djarot


Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Djan Faridz menuturkan, sebaiknya deklarasi dilakukan di kampung-kampung dengan mengundang ustaz, ustazah untuk menjelaskan program calon yang pro umat Islam. Djan mengaku sejak awal telah berulangkali mengajak Romi bergabung mendukung Ahok-Djarot untuk menunjukkan kepada publik PPP telah bersatu. Hanya saja, Romi menolak dan memilih mendukung jagoan poros Cikeas, Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni.

"Di putaran kedua saya minta bolak-balik mengemis, ayo gabung-gabung. Saya tahu dia tidak punya pasukan, saya tahu dia tidak punya alim ulama. Tapi saya ingin menarik dia, menunjukkan kepada umat Islam bahwa PPP itu satu loh. Jangan satu di kanan, satu di kiri, ya kan. Kan enggak elok," tegas Djan di Kediaman Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono di Jalan Cipinang Cimpedak, Jakarta Timur, Minggu (26/3).

Djan mengklaim telah turun langsung ke lokasi-lokasi di mana Ahok-Djarot kalah saat putaran pertama Pilgub DKI Jakarta. Ternyata, sebagian besar masyarakat belum mengerti program pro rakyat dan umat Islam yang digagas Ahok-Djarot. Masyarakat cenderung termakan isu negatif yang ditujukan ke jagoannya itu.

"Saya ini tiap hari sehari 3 kali keliling Ke Jakarta Barat, Jakarta timur. Di tempat tempat yang katanya Ahok kalah. Nah begitu saya datang ketahuan ternyata umat tidak mengerti Ahok Djarot itu pro rakyat. Mereka mendapatkan informasi yang dibalik-balik," klaimnya.

Saat bertemu warga, Djan mengaku menyampaikan pesan bahwa umat Islam harus saling memaafkan, termasuk kesalahan yang pernah dilakukan Ahok.

"Saya jelaskan 'eh inget, inget, inget, inget umat islam itu pemaaf. Kita ada Idul fitri ada Idul Fitri kalau kalian tidak bisa memaafkan kesalahan Ahok-Djarot itu artinya kalian bukan umat Islam ya'. Itu yang saya ingetin, saya ingetin lagi ada program pro rakyat, apalagi program umat Islam, apalagi? Mau cari dimana lagi, ini calon," imbuhnya.

Djan menyebut isu miring yang diarahkan ke Ahok, semisal penistaan agama saat berpidato di Kepulauan Seribu, sudah selesai. Menurutnya, umat Islam sudah memaafkan Ahok.

"Jadi kasus yang namanya macem-macam ke Ahok itu umat Islam sudah selesai sudah memaafkan Ahok. Itu tradisi umat Islam. Jadi urusan Ahok sudah kelar," ucapnya. [noe] Merdeka.com - 

MENGEJUTKAN Ridho Rhoma syok, biasa di apartemen kini tidur di tahanan

Kuasa hukum pedangdut Muhammad Ridho Irama atau lebih dikenal dengan Ridho Rhoma mengaku akan terus melakukan upaya bantuan hukum terhadap kliennya yang terjerat kasus narkoba. Menurut mereka, Ridho mengonsumsi narkoba jenis sabu yang masih di bawah batasan maksimum penggunaan.

"Pemakaiannya kan masih 0,7 gram, di bawah satu gram. Kalo 0,7 makenya berapa banyak sih? Belum lagi kalau yang make bergantian," kata Krisna Murti saat ditemui di Polres Metro, Jakarta Barat, Minggu (26/3).


Ridho Rhoma syok, biasa di apartemen kini tidur di tahanan

Krisna enggan menyebutkan siapa saja orang yang ikut terlibat dalam mengonsumsi bersama Ridho. Dia juga menegaskan akan mengupayakan rehabilitasi untuk Ridho.

"Kalau untuk lebih jelasnya besoklah. Rencananya besok saya sudah ada di sini dari jam 9, berbicara dengan penyidik sejam sampai dua jam dan mengajukan proses assessment secara resmi agar Mas Ridho bisa direhab," ungkapnya.

Krisna berharap, proses ini tidak akan memakan waktu lama. Sebab, menurutnya posisi Ridho di sini adalah sebagai korban.

"Sebelum berangkat ke polres dari pihak keluarga termasuk ayahnya juga sudah menekankan dia di sini adalah korban. Karena korban makanya harus diselamatkan," ujarnya.

Krisna yang saat itu juga datang bersama kakak kandung Ridho, Debby Veramasari Rhoma, mengaku belum bisa berbicara banyak dengan Ridho. Menurutnya, saat ini Ridho masih dalam keadaan shock.

"Secara keseluruhan Alhamdulillah sehat. Cuma kurang tidur. Karena semalam kan dia baru selesai ditanya-tanya penyidik sama jam tiga. Kalau shock pasti, karena tidak terbiasa tidur di apartemen hari ini harus di Polres, jadi merasa perbedaannya," ungkapnya.

Meski demikian, Krisna menegaskan tidak ada perlakuan khusus diterima Ridho yang merupakan anak dari penyanyi dangdut tersohor Rhoma Irama tersebut.

"Sama aja statusnya di mata hukum. Penanganannya tidak khusus, samalah," pungkasnya. [ian]Merdeka.com - 

AKHIRNYA TERJAWAB SUDAH Ahok senang jika PPP kubu Romi mendukungnya

Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki T Purnama alias Ahok mengaku senang jika kabar DPW PPP DKI Jakarta Muktamar Pondok Gede atau kubu Rommahurmuziy (Romi) memberikan dukungan untuknya dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI putaran kedua.

AKHIRNYA TERJAWAB SUDAH Ahok senang jika PPP kubu Romi mendukungnya


Basuki atau akrab disapa Ahok mengaku memiliki hubungan baik dengan Ketua DPW PPP DKI Jakarta kubu Romi yakni Abdul Aziz. Tak hanya dengan Aziz, dia juga mengaku dekat dengan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PPP.

"Pak Aziz, sekretaris, itu kan memang semua teman dari dulu waktu di DPRD DKI. Dia enggak pernah macem-macem. Hubungan kami juga sangat baik. Dengan beberapa teman DPRD PPP yang mendukung tentu kami ucapkan terima kasih banyak," ujar Ahok dalam acara syukuran Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, di Jalan Cipinan Cimpedak 2, Jakarta Timur, Minggu (26/3).

Mantan Bupati Belitung Timur mengaku tidak bisa menghadiri acara deklarasi yang dilakukan DPW PPP karena harus melanjutkan kegiatan kampanye berkunjung ke RPTRA Kalijodo untuk menyaksikan kompetisi skateboard. "Tadi sudah enggak sempet saya, Pak Djarot juga sedang di Makassar," ucapnya. [noe]Merdeka.com

JAWABAN MENGEJUTKAN Djan Faridz: Kalau Haji Lulung Mau Balik Badan Dukung Ahok-Djarot, Gue Maafin

Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz berjanji akan memaafkan Abraham Lunggana atau Haji Lulung bila berbalik mendukung Ahok-Djarot di Pilgub DKI Jakarta.
Sebelumnya, Haji Lulung telah mendeklarasikan dukungannya kepada Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta.

JAWABAB MENGEJUTKAN Djan Faridz: Kalau Haji Lulung Mau Balik Badan Dukung Ahok-Djarot, Gue Maafin

"Kalau Haji Lulung mau balik badan gue maafin. Kita Partai Islam, tidak ada istilah dendam. Kita memaafkan siapapun yang kembali ke jalan yang benar. Kalau dia balik, gue maafin," kata Djan di kediaman Agung Laksono, Jakarta, Minggu (26/3/2017).
Baca: PPP Romy Dikabarkan Dukung Ahok-Djarot, Djan Faridz: Mungkin Gara-gara Saya Pecat Jadi Dia Sadar
Termasuk, kata Djan Faridz, perlakuan terhadap Ketua Umum PPP versi Muktamar Islah Romahumuziy.
Mantan Menteri Perumahan Rakyat itu membuka pintu maaf bila Romy menyatakan dukungannya kepada Ahok-Djarot.
Kubu Romy pada pilkada putaran pertama menyatakan dukungannya terhadap pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.
"Terbuka. Boleh, dia gabung sama saya boleh. Saya terima, ya Allah dia saudara saya," kata Djan Faridz.
Baca: DPW PPP DKI Mendadak Tunda Deklarasi Dukungan ke Ahok-Djarot di Pilkada DKI
Djan mengaku dirinya sudah mengemis meminta Romy mendukung Ahok-Djarot di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta Djan menegaskan Romy tidak memiliki pendukung terutama alim ulama.
"Saya ingin menarik dia, menunjukkan kepada umat Islam bahwa PPP itu satu loh. Jangan satu di kanan, satu di kiri, ya kan. Kan enggak elok. Alhamdulillah katanya dia mendeklarasikan dukung Ahok-Djarot. Nah dengan segala konsekuensinya. Tapi kalau deklarasi jangan di hotel, tapi di kampung," kata Djan.
Djan mengatakan PPP tegas kepada kader yang berbeda sikap politik di Pilkada DKI Jakarta. Djan akan memecat kader tersebut.
"PPP yang tidak mau mengikuti DPP PPP pecat, Lulung pecat, Romy pecat, tapi kalau dia mau balik lagi, saya maafkan, saya cabut. Saya maafkan. Ini kita partai Islam. Umat Islam itu pemaaf," ujar Djan.
Sebelumnya, Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Acara digelar di Kantor DPW PPP DKI Jakarta, Buaran, Jakarta Timur, Minggu (12/3/2017), di depan ratusan kader PPP.
Hadir dalam kesempatan tersebut Cagub-Cawagub DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Dukungan diberikan lantaran Haji Lulung beranggapan bahwa program Anies-Sandiaga cocok dengan warga Ibu Kota DKI Jakarta.TRIBUNNEWS.COM,

Aksi Boikot Inul Daratista Menggelombang di Twitter, Ada Apa?

Pedangdut Inul Daratista saat ini sedang menjadi sorotan netizen menyusul komentarnya dalam akun instagramnya.
Ia bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter Indonesia Minggu (26/3/2017) karena tulisannya yang dianggap menghina ulama.
Semula, Inul mengunggah fotonya di laman Instagram pribadinya bersama calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang pada Sabtu (25/3/2017), hadir dalam program D'Academy 4.

Berfoto sama bpk gubernur beserta wagub dn jajarannya," begitu tulisnya dalam akun instagram.
Foto itupun langsung dibanjiri komentar, termasuk komentar negatif oleh haters Ahok.
Inul yang merasa geram karena akun Instagram pribadinya dipenuhi komentar kebencian langsung membalas serangan itu.
Terlihat melalui akun instagram itu Inul beberapa kali menuliskan komentar balasan.

Berniat ingin menyampaikan pendapatnya, Inul terkesan 'keblabasan' dan menyinggung kasus yang pernah heboh diperbincangkan terkait seorang ulama.


Melihat komentar netizen tak mereda, Inul pun kemudian menghapus komentar-komentar tersebut.
Namun komentar tersebut tampaknya sudah terlanjut tersebar di media sosial Twitter.

Akun twitter @Rizki44874585 salah satunya yang mengingatkan Inul akan fitnah. 
Jeng @daratista_inul kalo gak tau, atau belum tahu, jangan sok tau. Fitnah itu membawa kejelekan dan membunuh karakter.
#BoikotInul

Netizen pun merasa marah dengan pendapat Inul hingga tagar #BoikotInulDaratista menjadi trending topic Twitter di Indonesia.


@LusianeAne Boikot Inul..... Dua sdh menghina guru kami.... Ulama kami.... Imam Besar Umat Islam.... Tdk ada tempat utk Inul.... BOIKOT INUL....
"Ngakunya public figur,namun sayang pola fikirnya masih figuran #BoikotInulDaratista" tulis akun Akun‏ @namakufitra
@ME_Tono Ya saya juga bantu viralkan pernyataan fitnah mbak @daratista_inul biar tambah terkenal. Semoga @IndosiarID bisa bersikap. #BoikotInul 
"#BoikotInulDaratista agar setiap orang santun dalam berbicara apalagi soal ulama. Berbicara seperti bukan public figure. Semoga segera sadar" kata akun Akun @sofaz_zeni menulis.
Sedangkan akun @fajarhidayat513 menulis, "Duhh ya Allah, ada lagi yg yg kaya gini. Gak pada kapok apa! #BoikotInulDaratista"
Protes netizen terhadap publik figur beberapa waktu terakhir juga dialami komika Ernest Prakasa dan Uus.(*)TRIBUNNEWS.COM -

Sebut Kena Fitnah Soal Kasus Suap Pajak, Syahrini Mengaku Justru Dapat Banyak Tawaran Kerja

Sebut Kena Fitnah Soal Kasus Suap Pajak, Syahrini Mengaku Justru Dapat Banyak Tawaran Kerja



Terdengar dengan intonasi santai, penyanyi melankolis, Princess Syahrini, membantah bila dirinya dituduh telah menggelapkan pajak dalam berita yang tersebar belakangan ini.
Bahkan dirinya berani memperlihatkan bukti  kwitansi pembayaran pajak dirinya yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah.
Hal itu dikemukakan penyanyi berjudul 'Si Jambul Katulistiwa' ini sesaat sebelum bertolak ke Mekah untuk menjalankan ibadah Umroh di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (26/3/2017).
Syahrini menganggap tuduhan itu sebagai suatu fitnah yang kejam yang selalu dihubungkan dengan dirinya.
“Ah itu mah sudah biasa, berbagai macam fitnah telah memfitnah saya tetapi ternyata tidak ada buktinya. Makanya saya sih tenang-tenang saja, termasuk kasus pajak yang diembuskan pihak tertentu untuk menyudutkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelebur dosa-dosa saya,” kata Syahrini didampingi adik kandung yang juga manajernya Syahrani.
Syahrini mengaku sudah kenyang dengan serbuan berbagai macam fitnah yang ditujukan kepada dirinya, tapi ia mengaku tidak mau bergeming dan menyerah begitu saja dengan gosip-gosip yang dianggapnya murahan tersebut.
Bagi Syahrini, fitnah atau gosip itu sebagai bagian dari risiko pekerjaannya. Makanya ia mencoba bersabar dan menjalaninya dengan santai tanpa ada beban apapun,
”Saya sih nyantai aja, orang itu juga berita nggak ada yang bener. Saya punya buktinya kok, ini bukti kwitansi pembayaran pajak saya yang jumlahnya miliaran rupiah melalui bank. Kalau tidak percaya silakan cek ke kantor pajak,” ujar Syahrini lalu menunjukan sebuah kwitansi bertanda sebuah bank swasta terkemuka.
Syahrini yang tak merasa terganggu dengan tuduhan penggalapan pajak tersebut mengaku malah senang, karena gosip maupun fitnah yang menimpa dirinya malah membawa rejeki,
“Terus terang saya nggak merasa terganggu dengan adanya peristiwa ini. Saya malah bersyukur, karena saya banyak mendapatkan tawaran kerja ke berbagai  daerah dan rezeki seperti ini tidak boleh ditolak,” ucap mojang Bogor ini dengan gaya centilnya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Syahrini  sesaat sebelum berangkat melaksanakan ibadah umroh bersama 13 anggota keluarganya yang disokong First Travel dari 26 Maret ini hingga 7 April mendatang melalui Bandara Soekarno Hatta.
Nur Ichsan/Warta Kota TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA